
WARTAPHOTO.net. PATI – Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Hj. Sri Wulan, S.E., M.M., menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan tahap ke-13 di daerah pemilihan Jawa Tengah III. Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Desa Dukuhmulyo, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati, Senin (15/12/2025).
Sosialisasi yang diikuti 150 warga masyarakat umum, dan dimulai pukul pukul 16.45-22.45 WIB ini mengangkat tema penguatan pemahaman terhadap Empat Pilar Kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika.
Dalam sambutannya, Hj. Sri Wulan menegaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan merupakan fondasi utama dalam menjaga keutuhan bangsa di tengah dinamika sosial dan tantangan global yang semakin kompleks.
“Empat pilar kebangsaan bukan sekadar konsep, tetapi harus dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Pancasila menjadi pedoman nilai, UUD 1945 sebagai landasan hukum, NKRI sebagai bentuk negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semangat persatuan dalam keberagaman,” ujar Sri Wulan.
Anggota MPR RI dengan nomor anggota A-392 itu juga mengajak seluruh peserta untuk berperan aktif dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan di lingkungan masing-masing.

“Kader partai dan masyarakat memiliki peran strategis sebagai agen pemersatu bangsa. Dengan pemahaman yang utuh terhadap empat pilar, kita bisa menangkal berbagai paham yang berpotensi memecah belah persatuan,” tegasnya.
Selain Hj. Sri Wulan, kegiatan ini menghadirkan narasumber ahli, Dr. M.A. Irfan Rahmana. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya internalisasi nilai kebangsaan secara berkelanjutan, terutama di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi.
“Empat pilar kebangsaan harus dipahami secara kontekstual. Tantangan kebangsaan hari ini tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga ideologis dan kultural. Oleh karena itu, pemahaman yang kritis dan mendalam sangat dibutuhkan agar masyarakat tetap memiliki ketahanan nasional,” kata Irfan Rahmana.
Ia menambahkan bahwa sosialisasi seperti ini menjadi sarana strategis untuk memperkuat kesadaran kolektif masyarakat terhadap identitas dan jati diri bangsa Indonesia.
Kegiatan sosialisasi berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian acara hingga selesai, sebagai wujud komitmen bersama dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Reporter: Revan
Editor: A. Muhammad