
WARTAPHOTO.NET. PATI – Ratusan kapal mulai bersandar di Pelabuhan Juwana, Kabupaten Pati, menjelang Lebaran 2026. Guna mengantisipasi kepadatan tersebut, Satpolairud Polresta Pati melakukan sejumlah langkah mitigasi untuk mencegah terjadinya kecelakaan laut maupun kebakaran kapal.
Berdasarkan data Satpolairud Polresta Pati, tercatat sedikitnya 329 kapal telah tiba di Pelabuhan Juwana. Jumlah ini diprediksi akan terus bertambah hingga mendekati hari raya.
”Kedatangan kapal diperkirakan akan mencapai puncaknya pada minggu ini,” ujar Kasat Polairud Polresta Pati, Kompol Hendrik, Rabu (18/3/2026).
Meski pelabuhan mulai ramai, Satpolairud memprediksi jumlah kapal yang pulang tahun ini menurun sekitar 30 persen dibandingkan tahun lalu.
”Informasi dari Ketua Tim Terpadu Maritim, jumlahnya agak turun. Sekitar 30 persen kapal memilih tidak pulang. Faktor penyebabnya beragam, mulai dari faktor cuaca hingga hasil tangkapan ikan yang masih minim,” imbuh Kompol Hendrik.
Guna menjaga kelancaran, Satpolairud bersama tim gabungan fokus mengatur alur Sungai Silugonggo. Hal ini dilakukan karena mulai terjadi penumpukan kapal yang mengakibatkan penyempitan jalur pelayaran.
“Banyak kapal baru datang yang berebut masuk ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) untuk bongkar muatan, sementara kapal yang sudah selesai bongkar kesulitan keluar dermaga. Maka, tim terpadu fokus pada penataan alur agar tidak terkunci,” terangnya.
Selain pengaturan alur, pihak kepolisian juga telah menyiagakan Posko Terpadu Maritim Juwana. Posko ini bertugas menjaga ketertiban kawasan pelabuhan serta melakukan mitigasi bencana, khususnya risiko kebakaran di area padat kapal.
Langkah-langkah yang diambil antara lain pengecekan alat pemadam guna memastikan ketersediaan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) di setiap kapal. Lalu, patroli pekerjaan panas untuk mengawasi aktivitas perbaikan kapal yang melibatkan pengelasan di dok maupun dermaga, serta edukasi personel yakni memberikan sosialisasi kepada awak kapal mengenai pentingnya keselamatan kerja.
”Setiap hari kami berpatroli untuk memberikan edukasi terkait bahaya kebakaran dan menekankan pentingnya alat keselamatan, terutama pada kapal yang sedang dalam proses perbaikan,” tandasnya.
Reporter : Putra
Editor : A. Muhammad