16
September
2026
Rabu - : WIB

Gus Ipul Launching ‘NU Peduli Pendidikan’ di Jateng, Tekankan Strategi 12-Pas

wartaphoto

WARTAPHOTO.NET. SEMARANG – Menteri Sosial Republik Indonesia, Drs. KH. Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul, secara resmi meluncurkan program “NU Peduli Pendidikan” PWNU Jawa Tengah. Acara tersebut digelar di MG Setos Hotel Semarang bertepatan dengan agenda Halalbihalal PWNU Jateng, Kamis (9/4/2026).

​Program strategis ini merupakan hasil kolaborasi lintas lembaga, mulai dari LP Ma’arif NU PWNU Jateng, LAZISNU PWNU Jateng, hingga Bank Jateng Syariah.

​Dalam sambutannya, Gus Ipul menegaskan bahwa kunjungannya kali ini memiliki makna spesial karena menjadi momen pertama dirinya menyapa pengurus NU Jawa Tengah dalam kapasitas sebagai Menteri Sosial.

​Ia mengingatkan kembali mandat konstitusi dalam Pasal 34 ayat (1) UUD 1945 mengenai tanggung jawab negara terhadap fakir miskin dan anak terlantar. Menurutnya, pemenuhan aspek material, spiritual, dan sosial bagi masyarakat miskin selama ini sudah dijalankan secara konkret oleh lingkungan pesantren.

​”Di pesantren yang dikelola kiai-kiai NU, hampir semuanya memberikan itu semua (kebutuhan material hingga sosial),” ujar Gus Ipul.

​Gus Ipul juga memaparkan peta jalan penanganan masalah sosial melalui skema 12-Pas. Strategi ini menyasar kelompok pemerlu atensi sosial secara spesifik, di antaranya fakir miskin, anak-anak rentan (termasuk yatim piatu), difabel/penyandang disabilitas, lansia terlantar, masyarakat berpendapatan rendah, korban bencana (alam/sosial), kelompok afirmatif (kelompok khusus), warga binaan (lapas/rutan), korban kekerasan, korban NAPZA dan HIV/AIDS, masyarakat bermasalah sosial, dan perempuan rentan.

​”Salah satu isu strategis yang harus dikawal NU adalah menjaga agar anak-anak tidak putus sekolah dan memastikan kesejahteraan guru-gurunya terjamin,” tegas dia.

​Di hadapan para kader, Gus Ipul berpesan agar lembaga amil zakat seperti LAZISNU terus meningkatkan akuntabilitas dan menerapkan tata kelola organisasi yang modern agar tetap dipercaya umat.

​Menutup arahannya, ia menyelipkan kelakar khas santri yang memicu gelak tawa hadirin.

​”Di NU itu niatnya cari berkah, nanti yang lainnya akan mengikuti, ya bisa saja jadi Menteri. Kalau cuma cari jabatan, ya capek semua nanti,” candanya.

​Peluncuran program dilakukan secara simbolis oleh Gus Ipul didampingi jajaran pimpinan PWNU Jateng, di antaranya Ketua Tanfidziyah KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin) dan Katib Syuriyah KH Mohamad Muzammil.

​Acara ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PWNU Jateng dengan Bank Jateng, serta pembukaan infak perdana melalui QRIS “NU Peduli Pendidikan”.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan rapat koordinasi bersama pengurus PCNU, LP Ma’arif, dan LAZISNU se-Jawa Tengah untuk teknis pelaksanaan program di lapangan.

(*/wartaphoto).

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close