
WARTAPHOTO.NET PATI– Penceramah asal Yogyakarta, Gus Miftah, kembali menggelar safari dakwah di aula Cafe dan karaoke Permata, Puri, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, untuk memberikan tausiyah kepada pemandu karaoke dan warga sekitar, Selasa (12/5/2026).
Di hadapan puluhan LC ( Lady Companion) dan karyawan, Gus Miftah mengajak mereka untuk membagi waktu antara urusan dunia dan akhirat. Ia mengaku terkesan dengan antusias peserta yang aktif bertanya soal petunjuk hidup yang lebih baik.
“Bagi waktumu, sisihkan waktumu karena waktu kita nggak banyak. Saya berdoa untuk pekerja karaoke, jadikanlah mereka mati dalam keadaan tidak dalam maksiat. Jangan cabut nyawa mereka dalam keadaan bermaksiat,” ujar Gus Miftah dalam tausiyahnya.
Menurutnya, Allah SWT masih memberi kesempatan bertobat. Hal minimal yang bisa dilakukan pekerja hiburan malam adalah bersyukur atas rezeki yang masih mengalir.
“Kita diberi kesempatan. Allah kurang baik apa? Allah masih sayang. Kita sendiri kalau rezekinya diboikot, Allah tinggal perintah malaikat ‘malam ini tempat ini tidak usah ada tamu’. Allah mampu,” tegasnya.
“Tapi Allah tidak melakukan itu. Kalian yang masih kerja di sini masih diberikan rezeki,” imbuhnya.
Gus Miftah menegaskan, rahmat Allah masih nyata dirasakan pekerja karaoke. “Kun fayakun, tutup bisa. Tapi faktanya rahmat Allah masih ke kita. Di antara kalian masih mampu biayai anak, orang tua, sedekah ke anak yatim, banyak janda ngurus anaknya hingga sekolah dari hasil kerja di sini,” terangnya.
Dalam dakwah itu, Gus Miftah juga memberi santunan Rp 500 ribu kepada peserta yang aktif bertanya. Ia menutup dengan pesan menohok: “Rahmat Allah nggak pernah salah. Tapi kita yang nggak pernah bersyukur”.
Sementara itu, Ketua pelaksana, Zaenal Musafak, menyebut ini adalah safari dakwah kedua Gus Miftah di lokasi tersebut. Pihaknya mengusulkan agar tausiyah digelar rutin tiga bulan sekali.
“Pengajian bareng Gus Miftah ini untuk membina LC dan karyawan. Mudah-mudahan jadi jalan taubat, bisa menyisihkan waktu mendekat ke Tuhan. Insyaallah beliau bersedia susun jadwal rutin tiga bulan sekali,” pungkas dia.
Reporter: Arton
Editor: A. Muhammad