
WARTAPHOTO.NET. PATI–Anggota DPRD Kabupaten Pati, Sudi Rustanto, mengapresiasi seluruh lapisan masyarakat yang tetap teguh menjaga warisan leluhur berupa budaya Sedekah Bumi.
Menurut dia, budaya Sedekah Bumi adalah simbol harmoni antara manusia dengan Sang Pencipta dan alam semesta.
“Di tengah gempuran modernitas, desa-desa di Pati membuktikan bahwa identitas budaya lokal tetap hidup dan menjadi pemersatu warga,” ungkap dia, Minggu (17/5/2026).
Anggota Komisi B DPRD Pati ini juga menekankan pentingnya nilai kegotongroyongan dalam acara tersebut. Menurutnya, antusiasme masyarakat desa yang menyatu dalam kegiatan sedekah bumi sangat luar biasa.
“Inilah esensi sebenarnya dari sedekah bumi, yaitu mempererat tali silaturahmi dan memupuk rasa syukur atas limpahan berkah serta keselamatan yang diberikan Tuhan kepada seluruh warga desa,” ungkap dia.
Salah satu desa yang menggelar acara Sedekah Bumi adalah Desa Tlogomojo, Batangan. Acara ritual adat yang sarat akan makna syukur ini dipusatkan di punden-punden desa setempat pada Rabu (13/5/2026).
Suasana khidmat bercampur meriah tampak saat warga berbondong-bondong membawa berkat atau nasi menuju Punden. Tak hanya ritual doa bersama (bancaan), kesenian tradisional Tayub juga turut menyemarakkan suasana.
Kepala Desa Tlogomojo, Khoirul Anwar, mengungkapkan bahwa Desa Tlogomojo memiliki empat punden yang menjadi pusat penghormatan kepada para leluhur atau dhanyang desa.
”Alhamdulillah, kami melaksanakan acara manganan, bancaan sedekah bumi. Di Desa Tlogomojo ini ada empat punden, yaitu Mbah Tunggul Royo, Mbah Singo Barong, Mbah Sumarni, dan Mbah Ki Gede Gomojo yang berada di wilayah Pekuwon,” terang Khoirul Anwar kepada Wartaphoto di lokasi kegiatan.
Adapun prosesi bancakan diawali di Punden Mbah Tunggul Royo. Setelah prosesi selesai, warga akan melanjutkan ritual ke Punden Mbah Sumarni.
Khoirul menambahkan bahwa antusiasme warga sangat luar biasa. Meski acara dilaksanakan di punden tertentu, namun yang hadir mencakup seluruh elemen masyarakat dari berbagai dukuh.
“Yang ikut di sini satu desa, semuanya kompak menyatu dalam doa syukur,” imbuh dia.
Acara sedekah bumi Desa Tlogomojo juga dimeriahkan oleh karnaval budaya yang berlangsung pada Minggu (17/5/2026) siang ini.