
WARTAPHOTO.NET. PATI – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pati Hardi meminta seluruh pihak, mulai dari aparat keamanan hingga orang tua, meningkatkan pengawasan terhadap remaja guna mencegah maraknya aksi tawuran dan kemunculan kelompok remaja bersenjata tajam yang belakangan kembali meresahkan masyarakat.
Menurut Hardi, upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian dan TNI, tetapi juga membutuhkan peran aktif keluarga dalam mengawasi aktivitas anak-anak, terutama saat berada di luar rumah pada malam hari.
“Masalah kamtibmas ini memang perlu ditingkatkan. Saya mengharapkan kepada pihak kepolisian dan TNI untuk mengawasi lingkungan. Saya juga mengharapkan orang tua agar mengawasi anak dan cucunya, jangan sampai terjadi tawuran,” ujar Hardi.
Ia menilai orang tua harus lebih peka terhadap aktivitas anak, termasuk mengetahui keberadaan mereka ketika keluar rumah. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah keterlibatan remaja dalam aksi kekerasan maupun tindak kriminal.
“Apalagi kalau ada yang membawa senjata tajam pada malam hari. Orang tualah yang harus mengawasi. Kalau anak keluar rumah, orang tua harus peka dan mencarinya bila diperlukan, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Dengan begitu, Kabupaten Pati bisa tetap tenang dan kondusif,” katanya.
Belakangan ini, aksi tawuran antarremaja kembali menjadi perhatian publik di Kabupaten Pati. Selain itu, isu keberadaan kelompok remaja yang dikenal sebagai “kreak” atau gangster dengan membawa senjata tajam juga masih kerap muncul dan menimbulkan keresahan di masyarakat.
Sebelumnya, Polsek Pati mengamankan sembilan pelajar dari salah satu sekolah menengah kejuruan (SMK) swasta di Kabupaten Pati yang diduga terlibat tawuran di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Pati, Selasa (14/7/2026) sore.
Kapolresta Pati melalui Kapolsek Pati IPTU Windartono mengatakan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan masyarakat yang melihat adanya konvoi dan aksi tawuran pelajar di sekitar SPBU Mojo, Kecamatan Margorejo.
“Setelah menerima laporan dari warga, kami langsung melakukan penyisiran di JLS Pati dan menemukan rombongan pelajar yang kemudian diketahui berkumpul di sebuah bascamp di kawasan Pasar Beras Sleko,” ujar Windartono.
Saat petugas melakukan penggerebekan, sebagian pelajar melarikan diri. Namun, sembilan pelajar berhasil diamankan dan dibawa ke Mapolsek Pati untuk menjalani pemeriksaan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, para pelajar tersebut mengaku terlibat perselisihan dengan kelompok pelajar dari SMK swasta lainnya. Konflik diduga dipicu oleh unggahan di media sosial Instagram yang dianggap sebagai bentuk tantangan.