16
September
2026
Rabu - : WIB

Sungai Bango Tertutup Limbah Tapioka, Plt Bupati Pati Turun Tangan dan Tekankan Komitmen Pengusaha

wartaphoto
2026/08/15 pada Berita, Pati, wartaphoto
Tumpukan limbah pengolahan tapioka di aliran Sungai Bango Desa Bulumanis Lor, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati

PATI | WARTAPHOTO.NET— Akibat tumpukan limbah pengolahan tapioka, aliran Sungai Bango di Desa Bulumanis Lor, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, mengalami pencemaran parah.
Tumpukan sisa kulit ketela yang membentang di sepanjang sungai tak hanya memicu bau menyengat hingga ke pemukiman warga, namun juga melumpuhkan sektor pertanian dan perikanan tambak setempat.

Menanggapi kondisi tersebut, Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, turun langsung meninjau lokasi penumpukan limbah pada Sabtu (14/8/2026) siang.

Dalam peninjauannya, Risma menyampaikan bahwa penanganan limbah di Sungai Bango sebenarnya sempat dilakukan pada pertengahan tahun, tetapi penumpukan sampah terus berulang.

“Walaupun sudah ditangani kemarin bulan Juni-Juli, hari ini sampah ini juga masih banyak lagi. Saya sudah jalan hampir setengah kilo, sampah menumpuk di sungai Bulumanis Lor ini,” ujar Risma.

Ia menekankan agar para pengusaha industri tapioka di wilayah Margoyoso memiliki komitmen penuh dalam mengelola Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) secara benar sebelum membuangnya ke aliran sungai. Selain itu, pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) akan mengumpulkan para pelaku usaha guna mencari solusi permanen.

Risma juga mengimbau warga agar tidak ikut menyumbang sampah ke aliran sungai.
Dampak pencemaran ini dirasakan langsung oleh masyarakat pesisir dan petani.

Kepala Desa Bulumanis Lor, Muhammad Kunarso, mengungkapkan bahwa luasan lahan terdampak mencapai ratusan hektar, mencakup wilayah Desa Kajen, Cebolek, hingga yang terparah di Bulumanis Lor.

“Keluhan warga selama ini ya hasil pertanian kurang bagus, tanaman padi gagal panen karena daun menguning sebelum waktunya. Petani tambak juga rugi karena ikan-ikan mati dan sulit memasukkan air laut akibat muara tersumbat endapan limbah,” jelas Kunarso.

Warga dan pihak desa berharap kunjungan dari pemerintah kabupaten ini segera ditindaklanjuti dengan langkah konkrit, baik berupa pengerukan endapan limbah maupun ketegasan regulasi pengolahan limbah industri agar mata pencaharian warga kembali pulih.

Reporter: Dimas

Editor: Revan Zaen

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close