
WARTAPHOTO.net.Batang- Jelang malam suro, segenap aparatur desa Brayo beserta warga Dukuh Ujung Biru adakan gotong royong jelang acara suroan. Kegiatan ini dilaksanakan pada pukul 09.30 WIB yang berlokasi di Sendang dukuh Ujung Biru, Desa Brayo, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang. Kegiatan ini meliputi bersih-bersih lingkungan sekitar sendang, seperti nguras air dan membersihkan sampah disekitar sendang, Jum’at (05 Juli 2024).
Melalui bantuan mahasiswa KKN Moderasi Beragama UIN Walisongo Semarang posko 99 dan warga sekitar, kegiatan nguras sendang (menguras air di sendang) ini berjalan dengan efektif, mulai dari pembersihan air, membersihkan sampah, hingga pengisian kembali air sendang.
Muhlisin, Kepala Dusun Dukuh Ujung Biru menuturkan pembersihan sendang ini merupakan kegiatan rutinan yang dilaksanakan setiap satu tahun sekali, yakni disaat menjelangnya bulan suro.
“Kegiatan nguras sendang ini sudah menjadi aktivitas rutinan warga sekitar yang dilaksanakan setiap satu tahun sekali, tepatnya menjelang bulan suro. Kegiatan ini sudah menjadi turun temurun dari orang-orang terdahulu. Dan kita selaku warga penerus juga harus mengabadikan atau menjadikan moment ini menjadi momentum kebersamaan dan kesakralan tersendiri,” tuturnya.
Tingkat kesakralan di sendang tersebut menjadi salah satu nilai kebudayaan yang perlu diperhatikan. Tak ayal, banyaknya warga luar desa yang sering berkunjung di tempat tersebut guna mengikuti acara suronan, do’a bersama ataupun sekedar mandi di sendang. Banyaknya mitos air sendang yang dapat dijadikan obat segala jenis macam penyakit sudah menjadi rahasia umum yang tersebar diberbagai daerah.
“Tempat ini bukan hanya sekedar tempat biasa yang perlu kita bersihkan. Tetapi tempat ini, sudah menjadi salah satu tempat keramat bagi masyarakat sekitar bahkan hingga masyarakat luar desa. Maka dari itu, pembersihan sendang ini dilakukan dengan sangat berhati-hati,kita juga perlu memperhatikan larangan-larangan yang berlaku ditempat ini, seperti larangan untuk memindahkan batu, larangan untuk menebang pohon sembarangan dan masih banyak lagi,” tambahnya.
Afif, salah satu mahasiswa KKN Moderasi beragama mengatakan bahwa ia sangat senang sekalih dengan keikutsertaan dalam kegiatan sakral tersebut. Hal ini ditujukan sebagai ajang menambah wawasan dan ilmu pengetahuan yang akan ia dapatkan dalam pelaksanaan progam KKN.
“Saya sangat senang sekali bisa ikut serta membantu warga sekitar dalam gotong royong nguras sendang, karena ini dapat saya jadikan pengalaman kebersamaan dan menjadikan ilmu tambahan tentang Sejarah tempat keramat didesa ini,” ungkapnya.
Citizen: Nindia Shofiatun Nisa’
Editor: Revan Zaen