
SEMARANG, WARTAPHOTO.net – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2025, PT Jasa Raharja Kantor Wilayah Utama Jawa Tengah menggelar kegiatan edukatif bagi siswa tingkat SMP di Aula Lantai 4 gedung kantor tersebut, Sabtu (26/7/2025). Acara ini diikuti oleh 100 siswa dan guru dari lima sekolah di Kota Semarang, yaitu SMP Negeri 9, SMP Negeri 16, SMP Negeri 18, SMP Negeri 21, dan SMP Negeri 26.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Semarang, Aloysius Kristiyanto, S.Pd., M.Pd., serta Kasubdit Keamanan dan Keselamatan Ditlantas Polda Jawa Tengah, Kompol Ferdy Kastalani, S.I.K., M.I.K. Acara kemudian secara resmi dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Utama Jawa Tengah, Triadi, S.H., M.H., yang sekaligus menyematkan Pin Anak Duta Informasi Keselamatan Lalu Lintas kepada para peserta.
Dalam sambutannya, Triadi menjelaskan peran dan tugas Jasa Raharja sebagai penyedia perlindungan dasar bagi masyarakat melalui dua program utama, yakni:
Ia berharap para peserta dapat tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga sadar hukum, peduli keselamatan, dan berbudaya tertib dalam berlalu lintas.
Selanjutnya, peserta menerima materi bertema Etika dan Keselamatan Berlalu Lintas Sejak Dini dari AKP Uki Ambariana Adjie, Kanit Dikmas Subdit Keamanan dan Keselamatan Ditlantas Polda Jawa Tengah. Ia memaparkan bahwa kecelakaan lalu lintas menjadi penyebab kematian ketiga terbesar di dunia. Materi yang disampaikan mencakup etika berkendara di persimpangan, pentingnya memberi jalan kepada pejalan kaki, menjaga jarak aman, penggunaan lampu sein, serta bahaya area blind spot dan pelanggaran lalu lintas.
Kegiatan dilanjutkan dengan kampanye Anti-Bullying yang dipandu oleh Sabrina dari Biro Psikologi Melana. Ia menjelaskan jenis-jenis perundungan, tanda-tanda jika seseorang menjadi korban, dampak psikologis yang ditimbulkan, serta cara mencegah dan menghentikan perilaku bullying. Para peserta juga mendeklarasikan komitmen menjadi Duta Informasi Keselamatan Lalu Lintas dan Anti-Bullying.
Kegiatan berlangsung interaktif dan disambut antusias oleh para guru dan siswa. Seluruh peserta mengikuti kuis sebagai bentuk evaluasi dan tiga siswa dengan nilai tertinggi memperoleh hadiah.
Para guru menyambut baik kegiatan ini dan berharap agar edukasi seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Mereka menilai, kegiatan ini memberikan manfaat langsung kepada siswa dalam meningkatkan kesadaran berlalu lintas dan membentuk lingkungan sekolah yang lebih aman dari perundungan.
Editor: Revan Zaen