16
September
2026
Rabu - : WIB

Kawal Kasus Pesantren Tlogowungu, RMI NU: Kami Ingin Masyarakat Pati Tetap Religius

wartaphoto
2026/05/04 pada Berita, Pati, wartaphoto

WARTAPHOTO.NET. PATI— Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Pati menegaskan komitmennya mengawal kasus dugaan pencabulan di Pesantren Ndholo Kusumo, Tlogowungu, hingga tuntas. RMI menyebut langkah ini penting untuk menjaga nama baik Pati sebagai daerah yang religius dan cinta damai.

Ketua RMI NU Pati, KH M. Liwa’uddin, menjelaskan pesantren tersebut tidak berada di bawah naungan RMI.

Hal itu diungkapkan Gus Liwa’ di halaman Mapolresta Pati, usai melakukan pertemuan berama PCNU dengan Kapolresta Pati, Senin (4/5/2026) sore.

“Untuk pondok pesantren itu tidak di bawah RMI, dan kami membangun jaringan dari PBNU. Dan RMI sudah berkoordinasi dengan Kemenag pusat. Hari ini siang tadi kita ke sana dengan kementerian pusat, wilayah, dan Pati, insyaallah satu dua hari ini sudah ada penutupan daftar operasional pondok Ndholo Kusumo, nggih. Pencabutan izin, nggih,” ujarnya.

RMI mendesak Polresta Pati segera menahan tersangka yang saat ini masih dalam proses pemanggilan. Menurut Kiai Liwa’uddin, informasi terkait perkembangan kasus harus segera disampaikan ke PBNU yang bekerja sama dengan Mabes Polri.

“Kami meminta kepada Pak Kapolresta, karena ini masih proses pemanggilan tersangka masih berlangsung, maka polres belum memberikan jawaban ditahan kapan, tapi kami meminta secepatnya. Karena kami harus memberikan informasi kepada PBNU melalui Saka PBNU yang bekerjasama dengan Mabes Polri,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyatakan RMI bersama PCNU dan banom NU membuka ruang seluas-luasnya untuk mengawasi pesantren di Pati. Tujuannya agar lembaga pendidikan agama bersih dari kekerasan dan ramah anak.

“Nyuwun ngapunten sedaya, pesantren di Pati kami melalui PCNU melalui RMI membuka seluas-luasnya tentang hal yang serupa, jadi kami ingin membersihkan pesantren-pesantren di Pati menjadi pesantren yang ramah anak dan bersih dari hal-hal seperti itu. Kami akan mengawal terus proses ini sehingga tidak ada yang tersisa dan ini cepat terselesaikan,” katanya.

Terkait nasib para santri, Kiai Liwa’uddin menyebut sebagian besar sudah dipulangkan ke orang tua. Untuk santri yang tidak memiliki orang tua, RMI menyiapkan tempat penampungan.

“Santri-santri yang masih di sana akan dijemput orang tuanya. Sementara ada santri yang yatim piatu ada 7 anak, kami akan menyediakan pesantren untuk mereka ketika distribusi ke saudaranya belum terpenuhi,” jelasnya.

Ia menambahkan, siang tadi pihaknya sudah bertemu ketua yayasan dan seluruh santri telah dipulangkan tanpa kendala. Kondisi pondok saat ini sudah terkunci dan sepi.

“Yang tidak punya orang tua, yatim piatu ada tujuh, yang satu laki-laki yang enam perempuan semua sudah diambil oleh bibi dan pamannya, ini sementara tidak ada kendala,” ungkapnya.

Kiai Liwa’uddin memohonan dukungan doa agar proses hukum dan pendampingan santri bisa berjalan cepat.

“Kami bersama NU dan banom-banom ini akan mengawal terus kasus ini bekerja sama dengan PBNU supaya nanti lebih dipercepat dan kami mohon doanya,” pungkasnya.

Reporter: Dimas
Editor: Revan Zaen

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close